Kualitas Udara Tanjungpinang Tidak Sehat



Masyarakat Kota Tanjungpinang, Kepri diimbau Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) untuk meningkatkan kewaspadaan karena kualitas udara ibu kota provinsi itu cenderung terus meningkat ke level tidak sehat, akibat pekatnya asap dan debu kebakaran lahan.

Kepala Dineks Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam, pada Jumat (13/9/2019) mengatakan pihaknya melakukan pengukuran kualitas udara di Kota Tanjungpinang yang menunjukkan pada angka 71-80 yang artinya masih pada katagori sedang.

“Kemudian pengukuran kualitas udara ini kembali dilakukan pada Sabtu (14/9) dini hari hingga pukul 10.00 Wib disejumlah tempat sudah mencapai diangka 99. Artinya terus mengalami peningkatan ke level tidak sehat,” jelas Rustam.

Dijelaskannya, untuk katagori indeks standar pencemaran udara (IPSU) adalah level 01-50 Baik, 51-100 Sedang, 101-199 Tidak Sehat, 200-299 Sangat Tidak Sehat, 300-399 Berbahaya dan 400 keatas dikatagorikan Sangat Berbahaya.

“Jadi hasil pengukuran indeks standar pencemaran udara di Kota Tanjungpinang telah menunjukkan kecenderungan peningkatan menuju kondisi tidak sehat,” ujarnya kembali.

Sehingga pihaknya, mengimbau kepada masyarakat agar mulai meningkatkan kewaspadaan. Jika kondisi semakin memburuk, agar mengurangi aktivitas duluar rumah atau mulai memakai masker jika berada di lingkungan kabut asap yang tinggi.

Dampak bagi kesehatan, kata Rustam, apabila masih pada katagori sedang, kabut asap tidak menimbulkan dampak kesehatan. Namun kalau sudah masuk katagori tidak sehat, dapat menimbulkan gejala iritasi pada saluran pernapasan. Kemudian bagi penderita penyakit jantung, gejalanya akan semakin parah.

“Dengan demikian, masyarakat diimbau dapat menggunakan masker atau penutup hidung bila melakukan aktifitas diluar rumah dan untuk penderita jantung untuk mengurangi aktiditas fisik. Pengukuran kualitas udara ini, terus dipantau,” pungkasnya. 

src : https://haluankepri.com/2019/09/14/kualitas-udara-tanjungpinang-tidak-sehat/